Banner 728

Banner

Social Bar

Showing posts with label gundala. Show all posts
Showing posts with label gundala. Show all posts

Saturday, August 31, 2019

Sejarah Perfilman Indonesia dari Petualangan Sherina ke superhero Gundala



Indonesia merajai perfilman di rumah sendiri pada tahun 1980-an. Di bioskop lokal banyak menayangkan film-film lokal yang terkenal diantaranya, Catatan si Boy, Blok M dan lain-lain. Aktor dan aktris terkenalnya meliputi Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady, Desy Ratnasari.

Acara Festival Film Indonesia pun diadakan setiap tahun hadir untuk memberikan penghargaan kepada insan perfilman di Indonesia. Film Indonesia mengalami penurunan pada tahun 90-an. Tema-temanya juga kurang cocok untuk anak-anak / semua umur. Banyak film bertema dewasa yang ditayangkan sehingga tahta raja pun lengser. Mahkota raja diberikan kepada Film - film dari Hollywood dan Hongkong.

Sampai Riri Riza dan Mira Lesmana membuat film Petualangan Sherina. Film musikal anak - anak ini menjadi kebangkitan sang Raja dari tidur panjangnya. Sherina Munaf yang berlatar belakang seorang penyanyi cilik Indonesia berperan sebagai tokoh utama di film ini. 
Kemudian disusul kemunculan film - film dengan tema yang berbeda beda. Sebut saja Jelangkung film horor remaja tahun 2001 ini disutradarai oleh Rizal Mantovani dan Jose Poernomo. Film ini tercatat ditonton sebanyak 1,3 juta penonton di layar bioskop Indonesia dan sampai tahun 2008 memegang rekor film dengan pendapatan terbanyak di Indonesia. Ada juga Ada Apa Dengan Cinta ? film romance remaja yang mengenalkan dua sejoli Rangga dan Cinta yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra serta masih banyak judul film lain yang berlomba - lomba menyusul kesuksesan film-film tersebut.


Selain itu film - film indie / nonkomersil juga bermunculan. Dan tak kalah  bagusnya dengan film - film yang beredar di bioskop. Pasir Berbisik salah satu judul film yang  berhasil memenagkan pengharagaan Best Cinematography Award, Best Sound Award dan Jury's Special Award For Most Promising Director untuk Festival Film se-Asia Pasifik pada tahun 2001. Dian Satrowardoyo yang berperan sebagai Daya tokoh utam di film ini juga ikut memenangkan kategori Artis Wanita Terbaik di Festival Film Asiatique Deauville pada tahun 2002 dan di Festival Film Antara Bangsa ke 15 di Singapura. serta meraih nominasi di 8 kategori di Festival Film Indonesia. FFI 2004 pun digelar kembali setelah menghilang dari peredaran selama 12 tahun hingga sekarang. Saat ini juga seiring dengan perkembangan teknologi banyak film film Indonesia yang menggunakan visual efek seperti di film - film Hollywood salah satunya film Wiro Sableng tahun 2018  yang diangkat dari serial novel dengan judul yang sama karya Bastian Tito. Film pertama yang bekerjasama dengan Fox International Productions anak perusahaan 20th Century Fox.


Tahun 2019 Film dengan tema superhero Gundala dengan sutradara Joko Anwar dirilis. Film pembuka dari Jagat Sinema Bumi Langit yang diharapkan sukses seperti Marvel Cinematic Universe. 
Dan juga banyak film dengan tema superhero lokal asal Indonesia yang nantinya akan digarap kembali. Terus maju perfilman Indonesia.


Saturday, August 17, 2019

Sejarah dan Asal Usul Gundala ( The Origin of Gundala )



Asal usul 
Seorang insinyur genius, Sancaka, terobsesi untuk menciptakan serum anti-kilat. Terlalu dalam mengejar ambisinya itu Sancaka sampai lupa akan hari ulang tahun kekasihnya Minarti  yang menyebabkan hubungan mereka berakhir.
Sancaka yang galau pun berlarian di tengah hujan yang sangat deras.
Dalam kecelakaan aneh, Sancaka disambar petir. Dalam keadaan tidak sadarkan diri ia ditarik oeh kekuatan misterius dari planet lain. Di planet itu terdapat Kerajaan Petir yang dipimpin oleh Kaisar Kronz.

Kronz memberi Sancaka kalung ajaib yang bisa mengubah dirinya menjadi manusia super, Gundala. Gundala juga dikenal karena intuisinya dalam menyelesaikan kasus kejahatan yang rumit.

Nama asli: Sancaka
Tinggi: 172 cm
Berat: 68 kg
Kemampuan / Kekuatan: Memiliki kemampuan untuk mengeluarkan  petir dari telapak tangannya pada berbagai intensitas, Bisa menyalurkan petir dan merubahnya menjadi  pukulan petir dan oleh Raja Taifun dari Kerajaan Bayu diberi kekuatan yang membuat Sancaka bisa berlari secepat angin topan.

Kostum : Pakaian berwarna hitam dengan sepatu dan cawat berwarna merah. Wajahnya ditutupi oleh topeng separuh wajah. disisi kanan dan kiri terdapat hiasan sayap kecil.
Sekutu: MERPATI, TIRA, GODAM, AQUANUS, MAZA, BOGA, KALONG, JIN KARTUBI, SEMBRANI, PANGERAN MLAAR,
Kelompok Superhero : PATRIOT
Musuh: BOCAH ATLANTIS, DOKTOR SETAN, GHAZUL, KI WILAWUK, PENGKOR, XREPHUS

Penampilan Pertama: GUNDALA PUTERA PETIR

Pencipta: HARYA SURAMINATA, HASMI

Mengadaptasi dari komik asing, Hasmi membuat 'Gundala' dengan " lebih Indonesia". Hasmi mendapat inspirasi dari tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo.
Ki Ageng Selo merupakan tokoh sakti yang mampu menangkap petir dengan tangan.
Nama 'Gundala' juga berasal dari bahasa Jawa 'Gundolo' yang berarti petir.


Daftar judul komik Gundala Putera Petir

Tahun 1969 Penerbit Kentjana Agung

1. Gundala Putera Petir

2. Perhitungan di Planet Covox

3. Dokumen Candi Hantu

4. Operasi Goa Siluman

5. The Trouble! (Kerusuhan)

6. Tantangan Bagi Gundala



Tahun 1970 Penerbit Kentjana Agung

7. Panik



Tahun 1970-1982 Penerbit Prashida

8. Kunci Petaka



Tahun 1971

9. Godam vs. Gundala

10. Bentrok Jago-jago Dunia



Tahun 1972

11.Gundala Jatuh Cinta



Tahun 1973

12. Bernapas Dalam Lumpur



Tahun 1974

13. Gundala Cuci Nama

14. 1.000 Pendekar



Tahun 1975

15. Dr. Jaka dan Ki Wilawuk



Tahun 1976

16. Gundala Sampai Ajal



Tahun 1977

17. Pangkalan Pemusnah Bumi

18. Pengantin Buat Gundala



Tahun 1978

19. Bulan Madu di Planet Kuning



Tahun 1979

20. Lembah Tanah Kudus

21. Gundala Sang Senapati



Tahun 1980

22. Istana Pelari



Tahun 1982

23. Surat dari Akherat.




Tahun 1996 oleh Sraten Komik

24. Patriot




Tahun 2005  Penerbit Bumi Langit

25. Gundala Putra Petir


Film

Tahun 1981
1. Gundala Putra Petir (PT. Cancer Mas Film)
Sutradara : Lilik Sudjio
Pemeran :
Teddy Purba ( Gundala )
 W.D. Mochtar ( Ghazul )
 Anna Tairas ( Minarti )
Ami Prijono
 August Melasz
 Pitrajaya Burnama
 H.I.M. Damsyik
Gordon Subandono
A. Hamid Arief
 Rini Ratih
 Dewanti
 dan Ratno Timoer

Tahun 2019

2. Gundala ( Screenplay Films, Legacy Pictures & Bumilangit Studios)
Sutradara : Joko Anwar
Pemeran :

Abimana Aryasatya ( Sancaka/Gundala )
Muzakki Ramdhan ( Sancaka kecil )
Tara Basro ( Wulan/Merpati )
Bront Palarae ( Pengkor )
Ario Bayu ( Ghazul )
Rio Dewanto ( Ayah Sancaka )
Marissa Anita ( Ibu Sancaka )
Cecep Arif Rahman ( Swara Batin )
Asmara Abigail ( Desti Nikita )
Hannah Al Rashid
Putri Ayudya
Aqi Singgih ( Ganda Hamdan )
Lukman Sardi ( Ridwan Bahri )
Zidni Hakim ( Dirga Utama )
Donny Alamsyah ( Fadli Aziz )
Tanta Ginting ( Ito Marbun )
Daniel Adnan ( Tanto Ginanjar )
Cornelio Sunny ( Pelukis )
Kiki Narendra
Fariz Fajar ( Awang/Godam )

Mengintip Kembali Beautiful Days (2001): Drama Legendaris yang Membuka Era "Heaven Trilogy"

  Bagi para pencinta drama Korea ( K-Drama ) sejati, era awal tahun 2000-an menyimpan banyak kenangan manis, deretan lagu soundtrack yang m...

Feed

adsterra banner