Siapa yang sudah nonton film terbaru garapan Christopher Nolan, The Odyssey? Film epik fantasy action yang dirilis tahun 2026 ini bener-bener jadi perbincangan hangat, lho. Mengadaptasi kisah klasik Homer tentang perjalanan Odysseus, sang Raja Ithaca, film ini membawa kita mengikuti lika-liku perjuangannya buat pulang ke rumah setelah Perang Trojan sambil menghadapi berbagai makhluk mitologi.
Kenapa Film Ini Istimewa? The Odyssey bukan film sembarangan. Dibintangi oleh Matt Damon sebagai Odysseus dan Anne Hathaway sebagai Penelope, film ini juga didukung oleh ensemble cast papan atas seperti Tom Holland, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Samantha Morton, Zendaya, dan Charlize Theron. Produksinya sendiri digarap langsung oleh Nolan dan istrinya, Emma Thomas, di bawah bendera Syncopy.
Plot: Perjalanan Pulang yang Penuh Lika-Liku
Film ini punya gaya bercerita non-linear (maju-mundur) yang dimulai dengan tulisan di layar: "In a time of apparent magic..."
Cerita bermula di Ithaca, di mana sang raja, Odysseus, sudah lama menghilang setelah Perang Trojan. Kondisi Ithaca kacau balau karena para pelamar agresif, dipimpin oleh Antinous, berusaha merebut takhta dengan menikahi istri Odysseus, Penelope. Hanya Penelope, putranya yaitu Telemachus, dan Eumaeus yang setia percaya kalau Odysseus bakal pulang. Telemachus pun memutuskan untuk pergi mencari ayahnya ke Sparta. Namun, Antinous yang licik malah merencanakan pembunuhan terhadap Telemachus sepulangnya nanti.
Kilas Balik: Sang Pahlawan yang Terjebak Kutukan Kita kemudian diajak melihat masa lalu. Odysseus adalah otak di balik strategi "Kuda Troya" yang legendaris. Setelah Troy jatuh, perjalanannya pulang justru menjadi mimpi buruk karena kemurkaan Poseidon setelah Odysseus membutakan mata Polyphemus, sang Cyclops (anak Poseidon).
Di tengah perjalanan, anak buah Odysseus tewas satu per satu, mulai dari serangan raksasa Laestrygonians sampai dikelabui penyihir Circe. Bahkan, saat menyeberang ke dunia bawah (underworld), roh Tiresias meramalkan bahwa hanya Odysseus yang akan sampai ke rumah dengan selamat. Benar saja, setelah menghadapi Scylla, Charybdis, dan para Siren, awak kapal terakhirnya tewas karena melanggar larangan memakan ternak milik Dewa Helios. Odysseus pun terdampar di Ogygia dan terjerat pesona nimfa Calypso selama tujuh tahun.
Kembali ke Rumah: Akhir dari Penantian Setelah tujuh tahun, Odysseus akhirnya berhasil membangun rakit dan pulang ke Ithaca. Ia mendapati bahwa Antinous sudah menyewa pembunuh untuk menghabisi anaknya. Dengan penyamaran, Odysseus menyelamatkan Telemachus dan bersatu kembali dengan putranya itu.
Momen puncak terjadi saat Penelope menantang para pelamar untuk merentangkan busur Odysseus dan menembakkan anak panah. Tak ada yang bisa, sampai Odysseus (dalam penyamarannya) maju dan berhasil menyelesaikan tantangan tersebut. Identitasnya terbongkar! Dengan cepat, ia menghabisi para pelamar yang berkhianat.
Namun, alih-alih mengambil kembali takhtanya, Odysseus memilih untuk turun takhta dan menyerahkannya kepada Telemachus. Ia meninggalkan Ithaca bersama Penelope untuk mencari kedamaian di pengasingan, berlayar ke barat untuk menghormati mereka yang telah gugur. Mereka pun berharap bahwa suatu saat nanti, kesalahan-kesalahan masa lalu Odysseus akan terlupakan oleh waktu dan lagu-lagu pujian.
Di Balik Layar yang Ambisius Nolan mulai meracik naskahnya sejak Maret 2024. Proses produksinya pun super serius—syuting dilakukan dari Februari hingga Agustus 2025 di lokasi-lokasi eksotis seperti Maroko, Yunani, Italia, Islandia, hingga Malta.
Yang bikin makin gokil, film ini punya budget sekitar $250 juta dan menjadi film pertama yang syutingnya sepenuhnya menggunakan kamera film IMAX 70 mm. Nolan sendiri mengakui kalau ia banyak terinspirasi dari film-film sejarah klasik seperti Andrei Rublev dan Ran, serta karya-karya ikonik seniman efek spesial, Ray Harryhausen.
Gimana Respon Publik? Sejak tayang perdana di bulan Juli 2026, The Odyssey banjir pujian atas arahan brilian Nolan. Meskipun sempat ada perdebatan soal desain sejarah, pilihan casting, hingga kontroversi lokasi syuting, film ini tetap mencatatkan angka impresif. Performa Matt Damon sebagai Odysseus juga disebut-sebut sebagai salah satu penampilan terbaiknya.
Buat kamu yang penasaran dengan visual luar biasa dan skala epik yang belum pernah ada sebelumnya, The Odyssey jelas wajib masuk daftar tontonan kamu! Apakah menurutmu film ini memang layak disebut sebagai "puncak karier" bagi Matt Damon? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar, ya!
No comments:
Post a Comment