Halo para chingudeul dan pencinta film horor! Setelah dibuat tegang dengan teror di perkemahan musim panas, saatnya kita mengupas tuntas babak penutup dari trilogi yang paling dinanti-nantikan: Fear Street Part Three: 1666 (yang di paruh pertamanya tampil dengan judul on-screen Fear Street 1666 dan paruh kedua sebagai Fear Street 1994: Part 2).
Disutradarai oleh Leigh Janiak dan dirilis oleh Netflix pada Juli 2021, film ini sukses menutup kisah epik tentang asal-usul kutukan Shadyside sekaligus membawa penonton kembali ke tahun 1994 untuk pertarungan hidup dan mati. Mari kita bedah alur ceritanya secara lengkap!
🎬 Sinopsis Singkat: Dari Akar Sejarah Tahun 1666 hingga Puncak Konflik 1994
Babak Pertama: Misteri 1666 dan Perspektif Sarah Fier 🌳🔥
Setelah Deena berhasil menyatukan tangan terpotong milik Sarah Fier dengan sisa jasadnya, ia mendapatkan penglihatan yang memperlihatkan peristiwa tahun 1666 dari sudut pandang Sarah Fier sendiri. Sarah tinggal bersama ayahnya, George Fier, dan adiknya, Henry Fier, di Union—pemukiman asli sebelum wilayah tersebut dipecah menjadi Shadyside dan Sunnyvale.
Suatu malam, Sarah bersama teman-temannya, Hannah Miller dan Lizzie, pergi menemui seorang janda reclusive untuk mengumpulkan buah beri kuat demi keperluan sebuah pesta. Di sana, Sarah tanpa sengaja menemukan sebuah buku sihir hitam. Ketiganya kemudian bergabung dengan Isaac dan Abigail Berman di pesta tersebut, di mana Sarah dan Hannah sempat diganggu oleh Caleb. Sarah dan Hannah lari berdua dan mulai berciuman, tanpa sadar ada sosok misterius yang mengawasi mereka.
Keesokan harinya, Pendeta Cyrus Miller mulai bertindak aneh, sementara persediaan makanan dan air warga desa tiba-tiba diracuni. Sarah yang kebingungan sempat mencurahkan isi hatinya kepada Solomon Goode mengenai hubungannya dengan Hannah serta rasa bersalahnya. Tak lama kemudian, desa dikejutkan oleh tindakan keji Cyrus yang membunuh dua belas anak di gedung pertemuan, termasuk adik Abigail (Constance Berman) dan adik Sarah (Henry). Sarah sempat diserang oleh Cyrus sebelum akhirnya Solomon membunuh Cyrus menggunakan garpu tala (pitchfork).
Dalam rapat darurat malam harinya, warga desa menyimpulkan bahwa ilmu hitam adalah penyebab dari semua malapetaka ini, dan Caleb menuduh Sarah serta Hannah sebagai penyihirnya. Hannah ditangkap sementara Sarah berhasil melarikan diri. Bertekad menyelamatkan Hannah, Sarah menyelinap masuk dan berjanji membuat kesepakatan dengan Iblis menggunakan buku sihir sang janda. Namun, saat ia mencarinya, buku tersebut hilang dan sang janda telah dibunuh.
Sarah lari ke rumah Solomon dan menemukan terowongan rahasia berisi buku ritual milik sang janda. Di sinilah kebenaran kelam terungkap: Solomon Goode adalah dalang sebenarnya. Ia menyerahkan jiwa keluarganya kepada Iblis dan merasuki Cyrus demi kekuasaan dan kekayaan. Solomon menawarkan kekuatan yang sama kepada Sarah, tetapi Sarah menolaknya mentah-mentah. Dalam pertarungan yang terjadi, tangan Sarah terpotong.
Sarah akhirnya tertangkap oleh warga dan diadili bersama Hannah. Demi menyelamatkan nyawa Hannah, Sarah dengan rela mengaku sebagai penyihir dan bersumpah melancarkan balas dendam kepada Solomon sebelum ia digantung.
Babak Kedua: Penutup Pelik di Tahun 1994 (1994: Part 2) 🏬🔪
Kembali ke tahun 1994, Deena menyadari bahwa keluarga Goode adalah dalang sejati di balik kutukan Shadyside, di mana garis keturunan pertama dari setiap generasi selalu meneruskan ritual buatan leluhur mereka, Solomon Goode. Inilah alasan mengapa Sunnyvale selalu makmur sementara Shadyside terus menderita.
Sheriff Nick Goode memburu Deena dan Josh, namun keduanya berhasil kabur menggunakan mobil Nick dan mendatangi rumah Ziggy. Bersama Martin (petugas kebersihan mal), mereka menyusun rencana cerdas untuk menjebak Nick di mal agar para pembunuh bayaran Shadyside berbalik memburunya.
Setelah aksi kejar-kejaran yang menegangkan di lorong mal dan terowongan, Deena berhasil mengekspos Nick pada tumpukan organ tubuh yang berdetak. Hal ini memberikan Nick visi penuh tentang para korban pembunuhan sebelumnya, membuatnya panik dan shock. Saat Nick mencoba kabur, arwah Sarah Fier merasuki Deena dan menusuk mata Nick, menghentikan kutukan untuk selamanya dan melenyapkan para pembunuh.
Beberapa waktu kemudian, kehidupan warga Shadyside perlahan membaik: Josh bertemu teman online-nya, Ziggy mengembalikan buku harian kepada Perawat Lane, para korban terdahulu dikenang oleh sekolah, dan Deena serta Sam menikmati kencan piknik di makam Sarah Fier, mengenangnya sebagai warga Shadyside sejati. Namun di adegan mid-credits, buku sihir hitam tersebut dicuri oleh sosok misterius dari dalam terowongan.
🎭 Jajaran Pemeran Utama (Cast)
- Kiana Madeira sebagai Sarah Fier / Deena
- Elizabeth Scopel sebagai "real" Sarah Fier
- Ashley Zukerman sebagai Solomon Goode / Sheriff Nick Goode
- Ted Sutherland sebagai Nick Goode muda
- Gillian Jacobs sebagai C. Berman / adult Ziggy
- Sadie Sink sebagai Constance / young Ziggy Berman
- Olivia Scott Welch sebagai Hannah Miller / Samantha Fraser
- Benjamin Flores Jr. sebagai Henry Fier / Josh
- Darrell Britt-Gibson sebagai Martin
- Emily Rudd sebagai Abigail / Cindy Berman
💡 Kesimpulan: Penutup Trilogi yang Memuaskan
Fear Street Part Three: 1666 berhasil merangkum seluruh misteri puzzle dari dua film sebelumnya dengan sangat canggih. Perpaduan antara drama sejarah kolonial abad ke-17 yang kelam dan aksi survival horor modern di tahun 1994 memberikan kepuasan tersendiri bagi penonton. Pesan moral tentang bagaimana prasangka sosial dimanfaatkan oleh pihak berkuasa untuk melanggengkan kekuasaan membuat film ini memiliki lapisan makna yang mendalam.
Gimana, chingudeul? Apakah kamu puas dengan akhir dari kutukan keluarga Goode ini? Tulis pendapatmu di kolom komentar di bawah, ya! 👇✨