Banner 728

Banner

Social Bar

Saturday, September 12, 2026

Reuni Bersejarah Kembalinya Duo Gallagher: Ulasan Lengkap Film Dokumenter Oasis: Don't Look Back in Anger (2026)



Dunia musik rok internasional diguncang oleh salah satu momen paling bersejarah ketika band legendaris asal Inggris, Oasis, memutuskan untuk bersatu kembali dalam tur reuni spektakuler mereka pada tahun 2025. Perjalanan emosional tersebut diabadikan secara apik dalam film dokumenter terbaru berjudul Oasis: Don't Look Back in Anger (2026).

Disutradarai oleh duo sineas kawakan Will Lovelace dan Dylan Southern (Shut Up and Play the Hits, Meet Me in the Bathroom) serta ditulis oleh pencipta serial Peaky Blinders, Steven Knight, film ini memperlihatkan secara intim persiapan tur, suasana di balik panggung, hingga aksi panggung yang memukau. Yang paling dinantikan, film ini menghadirkan sesi wawancara bersama pertama antara Liam Gallagher dan Noel Gallagher setelah lebih dari 15 tahun saling berselisih dan berjarak.


Sinopsis Detail: Merekam Momen Bersejarah Kembalinya Oasis

1. Bersatunya Kembali Kakak-Beradik Gallagher

Film dibuka dengan cuplikan latihan dan persiapan intensif menjelang Tur Reuni Oasis 2025. Fokus utama dokumenter ini tertuju pada dinamika hubungan antara dua pilar utama Oasis, Liam dan Noel Gallagher. Setelah pertengkaran hebat yang meretakkan hubungan keluarga dan memecah band pada tahun 2009, keduanya akhirnya duduk bersama dalam satu ruangan untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lebih dari 15 tahun.

Kamera merekam interaksi langsung mereka—menampilkan kombinasi humor khas Gallagher yang jenaka, obrolan santai, hingga suasana emosional saat mereka merefleksikan masa lalu dan sepakat untuk melupakan konflik lama demi musik serta para penggemar.


2. Di Belakang Panggung dan Gemuruh Panggung Tur Reuni 2025

Dokumenter ini menyajikan akses eksklusif ke balik layar tur reuni 2025. Penonton diajak menyaksikan atmosfer emosional di ruang ganti, persiapan teknis yang rumit, hingga ketegangan sebelum para personel melangkah ke atas panggung stadium yang dipenuhi jutaan penonton yang berteriak histeris.

Klip performa live dari lagu-lagu hits legendaris seperti "Wonderwall", "Live Forever", dan tentunya "Don't Look Back in Anger" ditampilkan dengan resolusi tinggi dan tata suara memukau, memperlihatkan energi luar biasa yang tidak pernah pudar dari band asal Manchester ini.

3. Pesan Perdamaian dan Rekonsiliasi

Alih-alih berfokus pada drama perselisihan masa lalu atau investigasi politik internal yang tajam, film ini mengusung narasi perayaan (celebratory). Film ini menjadi potret hangat tentang bagaimana dua orang yang sebelumnya tampak mustahil untuk bersatu kembali, dapat mengesampingkan perbedaan keras kepala mereka dan menemukan jalan menuju masa depan yang lebih harmonis.

Informasi Produksi & Tim Kreatif

  • Sutradara: Will Lovelace & Dylan Southern

  • Penulis Naskah: Steven Knight

  • Rumah Produksi: Magna Studios & Sony Music Vision

  • Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures

Penayangan & Respon Kritik

  • Perilisan: Film ini melakukan rilis perdana dunia (world premiere) di luar kompetisi pada ajang festival film bergengsi 83rd Venice International Film Festival pada 5 September 2026, diikuti perilisan bioskop dan IMAX secara terbatas pada 9 September 2026 sebelum tayang di platform streaming Disney+ dan Hulu.

  • Tanggapan Kritikus: Film ini mendapat sambutan luar biasa dari para pengamat film. Di situs Rotten Tomatoes, film ini meraih skor 96% ulasan positif, sementara di Metacritic mencatatkan skor 80/100.

  • Ulasan Pilihan:

    • Peter Bradshaw dari The Guardian memberikan nilai 4/5 bintang dan memuji interaksi kocak Gallagher bersaudara yang kembali menghibur bagaikan duo komedi hebat.

    • Marshall Shaffer dari IndieWire mengapresiasi keberhasilan sutradara dalam mengabadikan momen kelangkaan di mana dua pihak yang dulunya terasing mampu menaruh masa lalu di belakang mereka.

Oasis: Don't Look Back in Anger menjadi sebuah karya dokumenter musik yang wajib ditonton—bukan hanya sebagai perayaan kembalinya keagungan musik Oasis, tetapi juga sebagai simbol rekonsiliasi persaudaraan yang menginspirasi.

No comments:

Post a Comment

Sains Forensik dan Pembuktian Keadilan: Ulasan Lengkap & Sinopsis Detail Film Autopsy: Dead Body Can Talk (2026)

Dunia perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya bergenre thriller kejahatan dan psikologis yang unik melalui film Autopsy: Dead Body C...

Feed

adsterra banner